SEGMENTASI PASAR

SEGMENTASI PASAR

 

Definisi Segmentasi Pasar
Swastha & Handoko (1997) mengartikan segmentasi pasar sebagai kegiatan membagi–bagi pasar/market yang bersifat heterogen kedalam satuan–satuan pasar yang bersifat homogen.

Membagi sebuah pasar ke dalam kelompok-kelompok pembeli yang khas berdasarkan kebutuhan, karakteristik atau perilaku yang mungkin membutuhkan produk atau bauran pemasaran yang terpisah.

Penetapan Target Pasar.

Proses mengevaluasi daya tarik tiap-tiap segmen dan memilih satu atau lebih segmen yang akan dimasuki.

Penempatan posisi

Mengatur produk supaya dapat menempati posisi pada benak konsumen yang jelas, khas, dan diinginkan secara relatif terhadap produk pesaing.

Sedangkan definisi yang diberikan oleh Pride & Ferrel (1995)mengatakan bahwa segmentasi pasar adalah suatu proses membagi pasar ke dalam segmen-segmen pelanggan potensial dengan kesamaan karakteristik yang menunjukkan adanya kesamaan perilaku pembeli.
Di lain pihak Pride & Ferrel (1995) mendefinisikan segmentasi pasarsebagai suatu proses pembagian pasar keseluruhan menjadi kelompok–kelompok pasar yang terdiri dari orang–orang yang secara relatif memiliki kebutuhan produk yang serupa.
Ada lagi pendapat Swastha & Handoko (1987) yang merumuskan segmentasi pasar adalah suatu tindakan membagi pasar menjadi segmen–segmen pasar tertentu yang dijadikan sasaran penjualan yang akan dicapai dengan marketing mix.
Menurut Kotler, Bowen dan Makens (2002, p.254) pasar terdiri dari pembeli dan pembeli berbeda-beda dalam berbagai hal yang bisa membeli dalam keinginan, sumber daya, lokasi, sikap membeli, dan kebiasaan membeli. Karena masing-masing memiliki kebutuhan dan keinginan yang unik, masing-masing pembeli merupakan pasar potensial tersendiri. Oleh sebab itu penjual idealnya mendisain program pemasarannya tersendiri bagi masing-masing pembeli. Segmentasi yang lengkap membutuhkan biaya yang tinggi, dan kebanyakan pelanggan tidak dapat membeli produk yang benar-benar disesuaikan dengan kebutuhan. Untuk itu, perusahaan mencari kelas-kelas pembeli yang lebih besar dengan kebutuhan produk atau tanggapan membeli yang berbeda-beda. Segmen pasar terdiri dari kelompok pelanggan yang memiliki seperangkat keinginan yang sama (Kotler, 2005, p.307.

Manfaat dan Kelemahan Segmentasi

Banyaknya perusahaan yang melakukan segmentasi pasar atas dasar pengelompokkan variabel tertentu. Dengan menggolongkan atau mensegmentasikan pasar seperti itu, dapat dikatakan bahwa secara umum perusahaan mempunyai motivasi untuk mempertahankan dan meningkatkan tingkat penjualan dan yang lebih penting lagi agar operasi perusahaan dalam jangka panjang dapat berkelanjutan dan kompetitif (Porter, 1991).
Manfaat yang lain dengan dilakukannya segmentasi pasar, antara lain:
1. Perusahaan akan dapat mendeteksi secara dini dan tepat mengenai kecenderungan-kecenderungan dalam pasar yang senantiasa berubah.
2. Dapat mendesign produk yang benar-benar sesuai dengan permintaan pasar.
3. Dapat menentukan kampanye dan periklanan yang paling efektif.
4. Dapat mengarahkan dana promosi yang tersedia melalui media yang tepat bagi segmen yang diperkirakan akan menghasilkan keuntungan yang lebih besar.
5. Dapat digunakan untuk mengukur usaha promosi sesuai dengan masa atau periode-periode dimana reaksi pasar cukup besar.
Gitosudarmo (2000) menambahkan manfaat segmentasi pasar ini, sebagai berikut:
1. Dapat membedakan antara segmen yang satu dengan segmen lainnya.
2. Dapat digunakan untuk mengetahui sifat masing-masing segmen.
3. Dapat digunakan untuk mencari segmen mana yang potensinya paling besar.
4. Dapat digunakan untuk memilih segmen mana yang akan dijadikan pasar sasaran.
Sekalipun tindakan segmentasi memiliki sederetan keuntungan dan manfaat, namun juga mengandung sejumlah resiko yang sekaligus merupakan kelemahan-kelemahan dari tindakan segmentasi itu sendiri, antara lain:
1. Biaya produksi akan lebih tinggi, karena jangka waktu proses produksi lebih pendek.
2. Biaya penelitian/ riset pasar akan bertambah searah dengan banyaknya ragam dan macam segmen pasar yang ditetapkan.
3. Biaya promosi akan menjadi lebih tinggi, ketika sejumlah media tidak menyediakan diskon.
4. Kemungkinan akan menghadapi pesaing yang membidik segmen serupa.
Bahkan mungkin akan terjadi persaingan yang tidak sehat, misalnya kanibalisme sesama produsen untuk produk dan segmen yang sama.

Hal-hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Melakukan Segmentasi

Pengusaha yang melakukan segmentasi pasar akan berusaha mengelompokkan konsumen kedalam beberapa segmen yang secara relatif memiliki sifat-sifat homogen dan kemudian memperlakukan masing-masing segmen dengan cara atau pelayanan yang berbeda.
Seberapa jauh pengelompokkan itu harus dilakukan, nampaknya banyak faktor yang terlebih dahulu perlu dicermati. Faktor-faktor tersebut antara lain sebagai berikut:
1. Variabel-Variabel Segmentasi
Sebagaimana diketahui bahwa konsumen memiliki berbagai dimensi yang dapat digunakan sebagai dasar untuk melakukan segmentasi pasar. Penggunaan dasar segmentasi yang tepat dan berdaya guna akan lebih dapat menjamin keberhasilan suatu rencana strategis pemasaran. Salah satu dimensi yang dipandang memiliki peranan utama dalam menentukan segmentasi pasar adalah variabel-variabel yang terkandung dalam segmentasi itu sendiri, dan oleh sebab ituperlu dipelajari.
Dalam hubungan ini Kotler (1995) mengklasifikasikan jenis-jenis variabel segmentasi sebagai berikut:
1.Segmentasi Geografi
Segmentasi ini membagi pasar menjadi unit-unit geografi yang berbeda, seperti negara, propinsi, kabupaten, kota, wilayah, daerah atau kawasan. Jadi dengan segmentasi ini, pemasar memperoleh kepastian kemana atau dimana produk ini harus dipasarkan.
2. Segmentasi Demografi
Segmentasi ini memberikan gambaran bagi pemasar kepada siapa produk ini harus ditawarkan. Jawaban atas pertanyaan kepada siapa dapat berkonotasi pada umur, jenis kelamin, jumlah anggota keluarga, siklus kehidupan keluarga seperti anak-anak, remaja, dewasa, kawin/ belum kawin, keluarga muda dengan satu anak, keluarga dengan dua anak, keluarga yang anak-anaknya sudah bekerja dan seterusnya. Dapat pula berkonotasi pada tingkat penghasilan, pendidikan, jenis pekerjaan, pengalaman, agama dan keturunan
misalnya: Jawa, Madura, Bali, Manado, Cina dan sebagainya.
3. Segmentasi Psikografi
Pada segmentasi ini pembeli dibagi menjadi kelompok-kelompok berdasarkan:
a. Status sosial, misalnya: pemimpin masyarakat, pendidik, golongan elite, golongan menengah, golongan rendah.
b. Gaya hidup misalnya: modern, tradisional, kuno, boros, hemat, mewah dan sebagainya.
c. Kepribadian, misalnya: penggemar, pecandu atau pemerhati suatu produk.
4. Segmentasi Tingkah Laku
Segmentasi tingkah laku mengelompokkan pembeli berdasarkan pada pengetahuan, sikap, penggunaan atau reaksi mereka terhadap suatu produk. Banyak pemasar yakin bahwa variabel tingkah laku merupakan awal paling baik untuk membentuk segmen pasar.
Segmentasi perilaku dapat diukur menggunakan indikator sebagai berikut (Armstrong, 1997):
1. Manfaat yang dicari
Salah satu bentuk segmentasi yang ampuh adalah mengelompokkan pembeli menurut manfaat berbeda yang mereka cari dari produk. Segmentasi manfaat menuntut ditemukannya manfaat utama yang dicari orang dalam kelas produk, jenis orang yang mencari setiap manfaat dan merek utama yang mempunyai setiap manfaat. Perusahaan dapat menggunakan segmentasi manfaat untuk memperjelas segmen manfaat yang mereka inginkan, karakteristiknya serta merek utama yang bersaing. Mereka juga dapat mencari manfaat baru dan meluncurkan merek yang memberikan manfaat tersebut.
2. Status Pengguna
Pasar dapat disegmentasikan menjadi kelompok bukan pengguna, mantan pengguna, pengguna potensial, pengguna pertama kali dan pengguna regular dari suatu produk. Pengguna potensial dan pengguna regular mungkin memerlukan imbauan pemasaran yang berbeda.
3. Tingkat Pemakaian
Pasar dapat juga disegmentasikan menjadi kelompok pengguna ringan, menengah dan berat. Jumlah pengguna berat sering kali hanya persentase kecil dari seluruh pasar, tetapi menghasilkan persentase yang tinggi dari total pembelian. Pengguna produk dibagi menjadi dua bagian sama banyak, sebagian pengguna ringan dan sebagian lagi pengguna berat menurut tingkat pembelian dari produk spesifik.
4. Status Loyalitas

Sebuah pasar dapat juga disegmentasikan berdasarkan loyalitas konsumen. Konsumen dapat loyal terhadap merek, toko dan perusahaan. Pembeli dapat dibagi menjadi beberapa kelompok menurut tingkat loyalitas mereka. Beberapa konsumen benar-benar loyal, mereka selalu membeli satu macam merek. Kelompok lain agak loyal,mereka loyal pada dua merek atau lebih dari satu produk atau menyukai satu merek tetapi kadang-kadang membeli merek lain. Pembeli lain tidak menunjukkan loyalitas pada merek apapun. Mereka mungkin ingin sesuatu yang baru setiap kali atau mereka membeli apapun yang diobral.

 

 

 

 

PENETAPAN TARGET PASAR ( PASAR SASARAN )

Pasar Sasaran

Sepwerangkat pembeli yang memiliki kebutuhan dan karakteristik yang sama, yang diputuskan untuk dilayani oleh perusahaan.

 

1. Mengevaluasi Segmen Pasar

–          Ukuran dan pertumbuhan segmen.

–          Daya tarik structural segmen.

–         Tujuan dan sumber daya perusahaan..            

2. Memilih Segmen Pasar.

–         Pemasaran tanpa diferensiasi ( Pemasaran massal ).

Strategi peliputan pasar dimana perusahaan mungkin memutuskan untuk mengabaikan perbedaan-perbedaan yang ada pada tiap-tiap segmen pasar, dan masuk ke pasar secara keseluruhan dengan satu tawaran.

–          Pemasaran yang terdiferensiasi.

Strategi peliputan pasar dimana sebuah perusahaan memutuskan untuk menetapkan beberapa segmen pasar atau relung pasar dan mendesain tawaran yang terpisah bagi masing-masing segmen.

–          Pemasaran terkonsentrasi.

Strategi peliputan pasar dimana sebuah perusahaan memilih untuk meraih pangsa pasar yang besar pada satu atau beberapa subpasar.

3. Memilih strategi Peliput Pasar.

–          Sumber daya yang dimiliki perusahaan.

–          Tahapan produk dalam daur hidup.

–          Homogenitas Pasar.

–          Strategi pemasaran yang dilakukan pesaing.

PENEMPATAN ( POSISIONING ) GUNA MENDAPATKAN

KEUNGGULAN BERSAING.

Posisi Produk

Merupakan cara produk didefinisikan oleh konsumen berdasarkan beberapa atribut penting  ( tempat yang diduduki produk dalam benak konsumen dibandingkan hubungan dengan produk-produk pesaing.

Keunggulan Bersaing

Keunggulan terhadap pesaing yang diperoleh karena menawarkan kepada konsumen nilai yang lebih besar, baik melalui harga yang lebih murah atau dengan memberikan sejumlah manfaat yang lebih banyak yang dapat dijadikan alasan untuk menetapkan harga yang lebih tinggi.

Memilih Strategi Penempatan Produk ( Posisioning )

–          Mengidentifikasikan keunggulan bersaing yang mungkin.

–          Memilih Keunggulan pasaing yang tepat.

–          Mengkomunikasikan dan menyampaikan Posisi yang telah dipilih.

 

 

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Perilaku konsumen dalam pengambilan keputusan pembelian suatu produk


Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perilaku Konsumen Dalam Pengambilan Keputusan Pembelian Suatu Produk

 

I. Pendahuluan

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi perilaku pelanggan. Faktor-faktor tersebut dibedakan menjadi 2 bagian yaitu faktor-faktor yang berasal dari dalam diri pribadi seorang konsumen dan faktor-faktor yang berasal dari lingkungan sekitar seorang konsumen.

Adapun yang mempengaruhi faktor-faktor perilaku konsumen antara lain, kekuatan social budaya terdiri dari factor budaya, tingkat social, kelompok anutan ( small reference groups) dan keluarga. Sedangkan kekuatan psikologis terdiri dari pengalaman belajar, kepribadian, sikap dan keyakinan.

Menganalisis perilaku konsumen akan berhasil apabila kita dapat memahami aspek-aspek psikologis manusia secara keseluruhan. Perilaku konsumen adalah proses dan aktivitas ketika seseorang berhubungan dengan pencarian, pemilihan, pembelian, penggunaan serta pengevaluasian produk dan jasa demi memenuhi kebutuhan dan keinginan.

II. Pembahasan

A. Struktur yang mencakup beberapa komponen dari kumpulan sejumlah keputusan konsumen

  1. Keputusan tentang jenis produk.
    Konsumen dapat mengambil keputusan untuk membeli sebuah radio atau menggunakan uangnya untuk tujuan lain. Dalam hal ini perusahaan harus memusatkan perhatiannya kepada orang-orang yang berminat membeli radio serta alternatif lain yang mereka pertimbangkan.
  2. Keputusan tentang bentuk produk.
    Konsumen dapat mengambil keputusan untuk membeli bentuk radio tertentu. Keputusan tersebut menyangkut pula ukuran, mutu suara, corak dan sebagainya. Dalam hal ini perusahaan harus melakukan riset pemasaran untuk mengetahui kesukaan konsumen tentang produk bersangkutan agar dapat memaksimalkan daya tarik merknya.
  3. Keputusan tentang merk
    Konsumen harus mengambil keputusan tentang merk mana yang akan dibeli. Setiap merk memiliki perbedaan-perbedaan tersendiri. Dalam hal ini perusahaan harus mengetahui bagaimana konsumen memilih sebuah merk.
  4. Keputusan tentang penjualnya
    Konsumen harus mengambil keputusan di mana radio tersebut akan dibeli, apakah pada toko serba ada, toko alat-alat listrik, toko khusus radio, atau toko lain. Dalam hal ini, produsen, pedagang besar, dan pengecer harus mengetahui bagaimana konsumen memilih penjual tertentu.
  5. Keputusan tentang jumlah produk
    Konsumen dapat mengambil keputusan tentang seberapa banyak produk yang akan dibelinya pada suatu saat. Pembelian yang dilakukan mungkin lebih dari satu unit. Dalam hal ini perusahaan harus mempersiapkan banyak produk sesuai dengan keinginan yang berbeda-beda dari para pembeli.
  6. Keputusan tentang waktu pembelian
    Konsumen dapat mengambil keputusan tentang kapan ia harus melakukan pembelian. Masalah ini akan menyangkut tersedianya uang untuk membeli radio. Oleh karena itu perusahaan harus mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan konsumen dalam penentuan waktu pembelian. Dengan demikian perusahaan dapat mengatur waktu produksi dan kegiatan pemasarannya.
  7. Keputusan tentang cara pembayaran
    Konsumen harus mengambil keputusan tentang metode atau cara pembayaran produk yang dibeli, apakah secara tunai atau dengan cicilan. Keputusan tersebut akan mempengaruhi keputusan tentang penjual dan jumlah pembeliannya. Dalam hal ini perusahaan harus mengetahui keinginan pembeli terhadap cara pembayarannya.

B.        Faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan konsumen

a. Kebudayaan.
Kebudayaan ini sifatnya sangat luas, dan menyangkut segala aspek kehidupan manusia. Kebudayaan adalah simbul dan fakta yang kompleks, yang diciptakan oleh manusia, diturunkan dari generasi ke generasi sebagai penentu dan pengatur tingkah laku manusia dalam masyarakat yang ada.

b. Kelas sosial.
Pembagian masyarakat ke dalam golongan/ kelompok berdasarkan pertimbangan tertentu, misal tingkat pendapatan, macam perumahan, dan lokasi tempat tinggal.

c. Kelompok referensi kecil.
Kelompok ‘kecil’ di sekitar individu yang menjadi rujukan bagaimana seseorang harus bersikap dan bertingkah laku, termasuk dalam tingkah laku pembelian, misal kelompok keagamaan, kelompok kerja, kelompok pertemanan, dll.

d. Keluarga.
Lingkungan inti dimana seseorang hidup dan berkembang, terdiri dari ayah, ibu dan anak. Dalam keluarga perlu dicermati pola perilaku pembelian yang menyangkut:
– Siapa yang mempengaruhi keputusan untuk membeli.
– Siapa yang membuat keputusan untuk membeli.
– Siapa yang melakukan pembelian.
– Siapa pemakai produknya.

e. Pengalaman.
Berbagai informasi sebelumnya yang diperoleh seseorang yang akan mempengaruhi perilaku selanjutnya.

f. Kepribadian.
Kepribadian dapat didefinisikan sebagai pola sifat individu yang dapat menentukan tanggapan untuk beringkah laku.

g. Sikap dan kepercayaan.
Sikap adalah suatu kecenderungan yang dipelajari untuk bereaksi terhadap penawaran produk dalam masalah yang baik ataupun kurang baik secara konsisten. Kepercayaan adalah keyakinan seseorang terhadap nilai-nilai tertentu yang akan mempengaruhi perilakunya.

h. Konsep diri.
Konsep diri merupakan cara bagi seseorang untuk melihat dirinya sendiri, dan pada saat yang sama ia mempunyai gambaran tentang diri orang lain.

 

Dari penulisan ini juga didapat tipe-tipe perilaku konsumen dalam pembelian produk, yakni :
Menurut Wilkie (1990), tipe perilaku konsumen dalam melakukan pembelian dikelompokkan menjadi empat berdasarkan tingkat keterlibatan pembeli dan tingkat keterlibatan diferensiasi merek, yang dijelaskan sebagai berikut :

a. Budget Allocation (Pengalokasian budget).
Pilihan konsumen terhadap suatu barang dipengaruhi oleh cara bagaimana membelanjakan atau menyimpan dana yang tersedia, kapan waktu yang tepat untuk membelanjakan uang dan apakah perlu melakukan pinjaman untuk melakukan pembelian.

b. Product Purchase or Not (Membeli produk atau tidak).
Perilaku pembelian yang menggambarkan pilihan yang dibuat oleh konsumen, berkenaan dengan tiap kategori produk atau jasa itu sendiri.

c. Store Patronage (Pemilihan tempat untuk mendapatkan produk).
Perilaku pembelian berdasarkan pilihan konsumen, berdasarkan tempat atau di mana konsumen akan melaksanakan pembelian produk atau jasa tersebut. Misalnya, apakah lokasi bakery menjadi salah satu faktor yang menentukan konsumen dalam melakukan proses pembelian.

d. Brand and Style Decision (Keputusan atas merek dan gaya).
Pilihan konsumen untuk memutuskan secara terperinci mengenai produk apa yang sebenarnya ingin dibeli

III. Kesimpulan

Kesimpulan adalah perilaku konsumen yang dilakukan individu maupun kelompok yang berhubungan dengan proses pengambilan keputusan dalam mendapatkan, menggunakan barang dan jasa dipengaruhi oleh beberapa faktor dan struktur itu sendiri.

Adapun juga tingkat keterlibatan diferensiasi merek juga dapat mempengaruhi seorang konsumen dalam pengambilan keputusan pembelian suatu produk. Variabel pemikiran konsumen adalah faktor kognitip yang mempengaruhi pengambilan keputusan. Tiga tipe variable pemikiran berperan secara esensial dalam pengambilan keputusan, antara lain persepsi karateristik merk, sikap lanjutan terhadap merk dan manfaat keinginan konsumen. Ini merupakan juga hasil akhir proses konsumen keputusan konsumen.

IV. Daftar Pustaka

http://Andita.Nurul.blogspot.com

http://Diriku.goblogspot.com/

 

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Politik dan Strategi Nasional

Pengertian Politik.

Kata  politik secara etimologis berasal dari bahasa Yunani yaitu “Politeai”.

“Politeai” berasal dari kata  “polis” yang berarti kesatuan masyarakat yang

berdiri sendiri, yaitu negara dan “teai” yang berarti urusan.

Bahasa Indonesia menerjemahkan dua kata Bahasa Inggris yang berbeda yaitu

“politics” dan “policy” menjadi satu kata yang sama yaitu politik.

Politics adalah suatu rangkaian asas (prinsip), keadaan, cara dan alat yang akan

digunakan untuk mencapai tujuan atau cita-cita tertentu.

Policy diartikan kebijakan, adalah penggunaan pertimbangan-pertimbangan yang

dianggap dapat lebih menjamin tercapainya suatu usaha, cita-cita atau keinginan

atau tujuan yang dikehendaki.

Politik secara umum adalah bermacam-macam kegiatan dalam suatu sistem

politik  (negara) yang menyangkut proses menentukan tujuan-tujuan dari sistem

tersebut dan melaksanakan tujuan-tujuan tersebut, meliputi Pengambilan

Keputusan (decision making), mengenai apakah yang menjadi tujuan dari sistem

politik itu menyangkut seleksi antara beberapa alternatif dan penyusunan skala

prioritas dari tujuan-tujuan yang telah dipilih. Untuk melaksanakan tujuan-tujuan

itu perlu ditentukan Kebijaksanaan-kebijaksanaan Umum (public policies) yang

menyangkut pengaturan dan pembagian dari sumber-sumber dan resources

yang ada. Untuk melaksanakan kebijaksanaan-kebijaksanaan itu perlu memiliki

kekuasaan (power) dan wewenang (authority), yang digunakan untuk membina

kerjasama dan untuk menyelesaikan konflik yang timbul dalam proses ini. Hal itu

dilakukan baik dengan cara meyakinkan (persuasif) maupun paksaan (coercion).

Tanpa adanya unsur paksaan maka kebijaksanaan hanya merupakan

perumusan keinginan (statement of intent) belaka.

Dari uraian tersebut diatas, politik membicarakan hal-hal yang berkaitan dengan :

– Negara

– Kekuasaan

– Pengambilan Keputusan

– Kebijakan

–  Distribusi dan alokasi sumber daya

1. Negara

Negara adalah suatu organisasi dalam  suatu wilayah yang memiliki kekuasaan

tertinggi yang sah dan ditaati oleh rakyatnya. Boleh dikatakan negara merupakan

bentuk masyarakat yang paling utama dan negara merupakan organisasi politik

yang paling utama dalam suatu wilayah yang berdaulat.

2. Kekuasaan

Kekuasaan adalah kemampuan seseorang atau kelompok untuk mempengaruhi

tingkah laku seseorang atau kelompok lain sesuai dengan keinginnannya. Dalam

politik perlu diperhatikan bagaimana kekuasaan itu diperoleh, dilaksanakan dan

dipertahankan.

3. Pengambilan Keputusan

Pengambilan Keputusan sebagai aspek utama dari politik, dan dlam

pengambilan keputusan perlu  diperhatikan siapa pengambil keputusan itu dan

untuk siapa keputusan itu dibuat. Jadi politik adalah pengambilan keputusan

melalui sarana umum. Keputusan yang diambil menyangkut sektor publik dari

suatu negara.

4. Kebijakan Umum

Kebijakan (policy) merupakan suatu  kumpulan keputusan yang diambil

seseorang atau kelompok politik dalam rangka memilih tujuan dan cara

mencapai tujuan itu. Dasar pemikirannya adalah bahwa masyarakat memiliki

beberapa tujuan bersama yang ingin dicapai  secara bersama pula oleh karena

itu diperlukan rencana yang mengikat  yang dirumuskan dalam kebijakankebijakan oleh pihak yang berwenang.

5. Distribusi

Distribusi adalah pembagian dan penjatahan  nilai-nilai (Values) dalam

masyarakat.

Nilai adalah sesuatu yang  diinginkan, atau yang penting dengan demikian nilai

harus dibagi secara adil. Jadi politik itu membicarakan bagaimana pembagian

dan pengalokasian nilai-nilai secara mengikat.

Pengertian Strategi

Kata strategi berasal dari kata “strategia” berasal dari bahasa Yunani yang

berarti “the art of general” atau seni  seorang panglima yang biasa digunakan

dalam peperangan.

Karl Von Clausewitz (1780-1831)  berpendapat bahwa startegi adalah

pengetahuan tentang penggunaan pertempuran untuk memenangkan

peperangan. Sedangkan perang itu sendiri merupakan kelanjutan dari politik.

Dalam abad modern sekarang  ini penggunaan kata strategi tidak lagi terbatas

pada konsep atau seni seorang panglima dalam peperangan saja, akan tetapi

sudah digunakan secara luas termasuk  dalam ilmu ekonomi maupun di bidang

olah raga.

Arti strategi dalam pengertian umum adalah cara untuk mendapatkan

kemenangan atau tercapainya suatu tujuan termasuk politik.

Dengan demikian kata strategi tidak hanya menjadi monopoli para jenderal atau

bidang militer saja, tetapi telah meluas ke segala bidang kehidupan. Strategi

pada dasarnya merupakan seni dan ilmu yang menggunakan dan

mengembangkan kekuatan-kekuatan (ideologi, politik, ekonomi, sos bud dan

hankam) untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.

Pengertian Politik Dan Strategi Nasional (Polstranas)

Pengertian Politik Nasional

Politik Nasional adalah asas, haluan, usaha serta kebijaksanaan negara tentang

pembinaan (perencanaan,  pengembangan, pemeliharaan dan pengendalian)

serta penggunaan secara kekuatan nasional untuk mencapai tujuan nasional.

Dalam melaksanakan politik nasional  maka disusunlah strategi nasional.

Misalnya strategi jangka penedek, jangka menengah dan jangka panjang.

Strategi Nasional adalah cara melaksanakan politik nasional dalam mencapai

sasaran-sasaran dan tujuan yang ditetapkan oleh politik nasional.

Dasar Pemikiran Penyusunan Politik Dan Strategi Nasional

Dasar pemikirannya adalah pokok-pokok pikiran yang terkandung dalam sistem

manajemen nasional yang berlandaskan ideologi Pancasila, UUD 1945,

Wawasan Nusantara dan Ketahanan Nasional.

Landasan pemikiran dalam sistem manajemen nasional ini penting artinya

karenadidalamnya terkandung dasar negara,  cita-cita nasional dan konsep

strategis bangsaIndonesia. Penyusunan Politik Dan Strategi Nasional

Politik dan strategi nasional yang telah berlangsung selama ini disusun

berdasarkan sistem kenegaraan menurut UUD 1945. Sejak tahun 1985 telah

berkembang pendapat dimana jajaran pemerintah dan lembaga-lembaga yang

tersebut dalam UUD 1945 disebut sebagai  “Suprastruktur Politik”, yaitu MPR,

DPR, Presiden, BPK dan MA.  Sedangkan badan-badan yang ada dalam

masyarakat disebut sebagai “Infrastruktur Politik”, yang  mencakup pranatapranata politik yang ada dalam masyarakat,  seperti partai politik, organisasi

kemasyarakatan, mediamassa, kelompok kepentingan (interest group) dan

kelompok penenkan (pressure group). Antara suprastruktur dan infrastruktur

politik harus dapat bekerja sama dan memiliki kekuatan yang seimbang.

Mekanisme penyusunan politik dan strategi nasional ditingkat

suprastruktur politik diatur oleh Presiden (mandataris MPR).  Dalam

melaksanakan tugasnya ini presiden dibantu oleh lembaga-lembaga tinggi

negara lainnya serta dewan-dewan yang merupakan  badan koordinasi seperti

Dewan Stabilitas Ekonomi Nasional, Dewan Pertahanan Keamanan Nasional,

Dewan Tenaga Atom, Dewan  Penerbangan dan antariksaNasionalRI, Dewan

Maritim, Dewan Otonomi Daerah dan dewan Stabitas Politik dan Keamanan.

Sedangkan proses penyusunan politik dan strategi nasional di tingkat

suprastruktur politik dilakukan setelah Presiden menerima GBHN, selanjutnya

Presiden menyusun program kabinetnya dan memilih menteri-menteri yang akan

melaksanakan program kabinet tersebut.  Program kabinet dapat dipandang

sebagai dokumen resmi yang memuat  politik nasional yang digariskan oleh

presiden.

Jika politik nasional ditetapkan  Presiden (mandataris MPR) maka  strategi

nasional dilaksanakan oleh para  menteri dan pimpinan lembaga

pemerintah non departemen sesuai dengan bidangnya  atas petunjuk dari

presiden.Apa yang dilaksanakan presiden sesungguhnya merupakan politik dan strategi nasional yang bersifat pelaksanaan, maka di dalamnya sudah tercantum

program-program yang lebih konkrit  untuk dicapai, yang disebut sebagai

Sasaran Nasional.

Proses politik dan strategi nasional di infrastruktur politik merupakan sasaran

yang akan dicapai oleh rakyatIndonesia  dalam rangka pelaksanaan strategi

nasional yang meliputi bidang ideologi, politik, ekonomi, sos bud dan

hankam.Sesuai dengan kebijakan politik nasional  maka penyelenggara negara

harus mengambil langkah-langkah untuk melakukan pembinaan terhadap semua

lapisan masyarakat dengan mencantumkan sebagai sasaran sektoralnya.

Melalui pranata-pranata politik masyarakat ikut berpartisipasi dalam kehidupan

politik nasional. Dalam era reformasi  saat ini peranan masyarakat dalam

mengontrol jalannya politik  dan strategi nasional yang telah ditetapkan MPR

maupun yang dilaksanakna oleh presiden  sangat besar sekali. Pandangan

masyarakat terhadap kehidupan politik, ekonomi, sos bud maupun hankam akan

selalu berkembang hal ini dikarenakan oleh:

–  Semakin tingginya kesadaran bermasyarakat berbangsa dan bernegara.

–  Semakin terbukanya akal dan pikiran untuk memperjuangkan haknya.

– Semakin  meningkatnya  kemampuan untuk menentukan pilihan dalam

pemenuhan kebutuhan hidup.

–  Semakin meningkatnya kemampuan untuk mengatasi persoalan seiring

dengan semakin tingginya tingkat pendidikan yang ditunjang kemajuan ilmu

pengetahuan dan teknologi.

–  Semakin kritis dan terbukanya masyarakat terhadap ide-ide baru.

 

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Pengertian Wawasan Nusantara Menurut Unsur , Landasan , Latar Belakang , Asas , Arah Pandang , Kedudukan Serta Fungsi

MPLEMENTASI WAWASAN NUSANTARA DALAM KEHIDUPAN NASIONAL

1. Pengertian Wawasan Nusantara.

• Pengertian Wawasan Nusantara berdasarkan Tap MPR Tahun 1993 dan

1998,

Wawasan Nusantara merupakan wawasan nasional yang bersumber

pada Pancasila dan berdasarkan UUD 1945  yaitu : cara pandang dan

sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya dengan

mengutamakan persatuan dan kesatuan  bangsa serta kesatuan wilayah

dalam meyelenggarakan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan

bernegara.

• Pengertian Wawasan Nusantara Menurut Kelompok Kerja Wawasan

Nusantara Untuk Diusulkan Menjadi Tap MPR Yang Dibuat Lemhanas

Tahun 1999.

Wawasan Nusantara adalah :

Cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan

lingkungannya yang serba beragam  dan bernilai strategis dengan

mengutamakan persatuan dan kesatuan  bangsa serta kesatuan wilayah

dalam meyelenggarakan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan

bernegara untuk mencapai tujuan nasional.

2.  Ajaran Dasar Wawasan Nusantara.

Pengertian Wawasan Nusantara dalam Geopolitik Indonesia adalah:

• Cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan

lingkungannya yang serba beragam  dan bernilai strategis dengan

mengutamakan persatuan dan kesatuan wilayah dengan tetap

menghargai dan menghormati kebinekaan dalam setiap kehidupan

nasional untuk mencapai tujuan nasional.

Landasan Idiil adalah Pancasila .

Landasan Konstitusional adalah UUD 1945.

3.  Unsur Dasar Konsepsi Wawasan Nusantara.

Konsepsi Wawasan Nusantara terdiri atas 3 unsur dasar :

• Wadah (Contour).

Meliputi, wilayah Indonesia yang memiliki sifat serba nusantara dengan

kekayaan alam dan penduduk serta aneka ragam budaya adalah bangsa

Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia.

Setelah merdeka NKRI mempunyai organisasi kenegaraan yang

merupakan wadah, bagi berbagai kegiatan kenegaraan dala wujud Supra

Struktur Politik dan berbagai kegiatan kemasyarakatan dalam wujud Infra

Struktur Politik.

• Isi (Content).

Isi adalah aspirasi bangsa yang berkembang di dalam masyarakat dan

dicita-citakan, serta tujuan nasional yang terdapat dalam Pembukaan

UUD 1945.

Isi menyangkut 2 hal yang esensial :

– Realisasi  aspirasi  bangsa  sebagai kesepakatan bersama dan

perwujudannya dalam pencapaian cita-cita dan tujuan nasional.

–  Persatuan dan kesatuan dalam  kebinekaan yang meliputi semua

aspek kehidupan nasional.

• Tata Laku (Conduct).

Tata laku merupakan hasil interaksi antara wadah dan Isi yang terdiri atas:

–  Tata Laku Batiniah, mencerminkan jiwa, semangat dan mentalitas

yang baik dari bangsa Indonesia.

–  Tata Laku Lahiriah, mencerminkan tindakan, perbuatan dan perilaku

bangsa Indonesia.

 

Kedua hal tersebut mencerminkan jatidiri dan kepribadian bangsa Indonesia

yang berdasarkan kekeluargaan dan kebersamaan yang mempunyai rasa

bangga dan cinta terhadap tanah air dan bangsa sehingga menimbulkan

nasionalisme yang tinggi dalam semua aspek kehidupan nasional.

4.  Hakikat Wawasan Nusantara.

Hakikat Wawasan Nusantara adalah:

Keutuhan Nusantara atau Nasional, dalam pengertian : Cara pandang yang

utuh menyeluruh dalam lingkup nusantara dan demi kepentingan nasional.

Ini berarti, setiap warga bangsa dan aparat negara, harus berfikir, bersikap

dan bertindak secara utuh menyeluruh dalam lingkup dan demi kepentingan

bangsa dan negara Indonesia.

5.  Asas Wawasan Nusantara.

Asas Wawasan Nusantara adalah ketentuan ketentuan atau kaidah-kaidah

dasar yang harus dipatuhi, ditaati, dipelihara dan diciptakan agar terwujud

demi tetap taat dan setianya komponen atau unsur pembentuk bangsa (suku,

bangsa, golongan dll) terhadap kesepakatan atau komitmen bersama.

Jika asas Wawasan Nusantara diabaikan maka berarti cerai berainya bangsa

dan negara Indonesia.

Asas Wawasan Nusantara terdiri dari :

• Kepentingan yang sama.

• Keadilan.

• Kejujuran.

• Solidaritas.

• Kerjasama.

• Kesetiaan.

6.  Arah Pandang Wawasan Nusantara.

Arah pandang wawasan nusantara meliputi :

• Arah Pandang Ke Dalam.

Bertujuan menjamin perwujudan persatuan kesatuan segenap aspek

kehidupan nasional baik aspek alamiah dan aspek sosial.

• Arah pandang ke dalam mengandung arti, bangsa Indonesia harus peka

dan berusaha untuk mencegah dan mengatasi sedini mungkin faktorfaktor penyebab timbulnya disintegrasi bangsa dan harus mengupayakan

tetap terbina dan terpeliharanya persatuan dan kesatuan dalam

kebinekaan.

• Arah Pandang Ke Luar.

Bertujuan menjamin kepentingan nasional dalam pergaulan dunia yang

serba berubah dan ikut serta melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan

kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial serta

mengembangkan suatu kerjasama dan saling menghormati.

Arah pandang keluar mengandung arti,  bangsa Indonesia dalam semua

aspek kehidupan internasional harus berusaha untuk mengamankan

kepentingan nasional dalam semua aspek kehidupan baik politik,

ekonomi, sosial budaya dan pertahanan keamanan demi tercapainya

tujuan nasional.

7.  Kedudukan, Fungsi dan Tujuan Wawasan Nusantara.

• Kedudukan Wawasan Nusantara.

¾ Landasan Visional, sebagai ajaran yang diyakini kebenarannya, agar

tidak terjadi penyimpangan dalam pencapaian tujuan nasional.

¾ Wawasan Nusantara dalam Paradigma Nasional dapat dilihat dari

stratifikasinya :

–   Pancasila

sebagai falsafah, ideologi bangsa dan dasar negara berkedudukan

sebagai  Landasan Idiil.

–    UUD 1945

sebagai konstitusi negara berkedudukan sebagai Landasan

Konstitusional.

–   Wawasan Nusantara

sebagai visi nasional berkedudukan sebagai Landasan Visional.

–   Ketahanan Nasional

sebagai konsepsi nasional berkedudukan sebagai Landasan

Konsepsional.

– GBHN

Sebagai Politik Strategi Nasional (Kebijakan Dasar Nasional)

berkedudukan sebagai Landasan Operasional.

 

Fungsi Wawasan Nusantara.

Wawasan Nusantara berfungsi sebagai :

Pedoman, motivasi, dorongan dan  rambu-rambu dalam menentukan

kebijaksanaan, keputusan, tindakan dan perbuatan baik bagi

penyelenggara negara di tingkat pusat dan daerah maupun bagi seluruh

masyarakat Indonesia dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan

bernegara.

• Tujuan Wawasan Nusantara.

Wawasan Nusantara bertujuan, mewujudkan nasionalisme yang tinggi di

segala bidang kehidupan rakyat Indonesia yang lebih mengutamakan

kepentingan nasional daripada kepentingan orang perorang ataupun

golongan.

 

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Batas Wilayah Indonesia

A . Latarbelakang Berdasarkan Falsafah Pancasila.

Berdasarkan falsafah Pancasila, manusia Indonesia adalah :

• Makhluk ciptaan Tuhan yang mempunyai naluri, akhlak dan daya pikir

dan sadar akan keberadaannya yang serba terhubung dengan

sesamanya, lingkungan alamnya dan dengan Penciptanya.

 

• Kesadaran ini menumbuhkan cipta, karsa dan karya untuk:

mempertahankan eksistensi dan kelangsungan hidupnya dari generasi

ke generasi demi terciptanya suasana damai dan tenteram menuju

kebahagiaan demi terselenggaranya keteraturan dalam berhubungan

dengan sesamanya.

 

• Dengan demikian nilai-nilai Pancasila sebenarnya telah bersemayam

dan berkembang dalam hati sanubari bangsa Indonesia termasuk

dalam menggali dan mengembangkan wawasan nasional, hal ini dapat

dilihat dalam sila-sila Pancasila.

 

B.  Latarbelakang Berdasarkan Aspek Kewilayahan Nusantara.

Geografi adalah wilayah yang tersedia dan terbentuk secara alamiah.

Kondisi obyektif geografis merupakan wadah atau ruang sebagai ruang

gerak hidup

suatu bangsa yang didalamnya terdapat Sumber Daya Alam dan Sumber

Daya Manusia.

Oleh karena itu geografis merupakan fenomena yang mutlak

diperhitungkan baik fungsi maupun  pengaruhnya terhadap sikap dan

tatalaku  negara yang bersangkutan. Demikian juga sebaliknya, perlu

diperhitungkan dampak sikap dan tatalaku negara terhadap geografis

sebagai tata hubungan antara manusia dan wadah lingkungan.

Kondisi Obyektif Geografis Nusantara

Kondisi obyektif geografis nusantara merupakan untaian ribuan pulaupulau yang tersebar dan terbentang di katulistiwa terletak pada posisi

silang yang strategis, dengan watak atau karakteristik yang berbeda

dengan negara lain.

 

• Wilayah Indonesia Pada Saat Proklamasi 17 Agustus 1945.

Masih berlaku  TERRITORIALE ZEE EN MARITIEME KRINGEN

ORDONANTIE TAHUN 1939.

Dimana lebar laut wilayah Indonesia adalah 3 mil diukur dari garis air

rendah dari masing-masing pulau Indonesia.

Penetapan lebar wilayah laut 3 mil  ini, tidak menjamin kesatuan

wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (bila dihadapkan dengan

pergolakkan-pergolakkan yang terjadi di dalam negeri dan lingkungan

keadaan alam). Atas pertimbangan tersebut maka keluarlah :

 

  • Yang menyatakan tentang penentuan  batas lautan teritorial (yang

lebarnya 12 mil) diukur dari garis yang menghubungkan titik-titik ujung

yang terluar pada pulau-pulau negara Indonesia.

Maka sejak itu berubahlah luas wilayah Indonesia dari:

Kurang lebih 2 juta km persegi menjadi 5 juta km persegi :

Dimana kurang lebih 65 % wilayahnya terdiri dari laut atau perairan

(negara maritim), dan 35 % adalah daratan. Terdiri dari 17.508 buah

pulau dengan :

5 (lima) buah pulau besar : Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan

Irian Jaya dan 11.808 pulau-pulau kecil yang belum diberi nama.

Dengan luas daratan     : kurang lebih 2.028.087 km persegi.

Dengan panjang pantai : kurang lebih      81.000 km persegi.

Topografi daratannya   : merupkan pegunungan  dengan gununggunung berapi, baik yang masih aktif maupun yang sudah tidak aktif.

Jadi pengertian Nusantara adalah kepulauan indonesia yang terdiri

dari 17.508 pulau-pulau baik pulau besar dan pulau kecil dan diantara

batas-batas astronomis sebagai berikut :

–  Utara     :  06o08o lintang utara –   Selatan :  11o15olintang selatan

–   Barat     :  94o45obujur barat –  Timur     : 141o 05oderajad bujur timur

 

Dengan jarak Utara – Selatan : kurang lebih 1.888 km persegi.

Jarak antara Barat – Timur      : kurang lebih 5.110 km persegi.

 

• Konferensi PBB tentang Hukum  Laut Internasional yang ke-3

Tahun 1982.

Melalui konferensi tersebut maka pokok-pokok asas negara kepulauan

diakui dan dicantumkan dalam UNCLOS 1982(United Nation

Convention On The Law Of The Sea).

Indonesia meratifikasi UNCLOS 1982 melalui Undang Undang No. 17

th 1985 pada tanggal 13 desember 1985.

Berlakunya UNCLOS 1982, akan berpengaruh dalam upaya

pemanfaatan laut bagi kepentingan kesejahteraan seperti , bertambah

luasnya Zone Ekonomi Eksklusif (ZEE) dan Landas Kontinen

Indonesia (200 mil).

UNCLOC 1982 memberikan keuntungan bagi pembangunan nasional:

– Bertambah luasnya perairan yuridiksi nasional berikut kekayaan

alam yang terkandung dilaut dan dasar lautnya, serta terbukanya

peluang untuk memanfaatkan laut  sebagai medium transportasi

namun dari segi kerawanan juga bertambah.

Perjuangan Indonesia selanjutnya menegakkan kedaulatan dirgantara

terutama dalam rangka memanfaatkan wilayah Geo Stationery Orbit

(GSO) yang dapat dijadikan wilayah kepentingan ekonomi maupun

pertahanan dan keamanan negara dan bangsa Indonesia.

C.  Latarbelakang Berdasarkan Aspek Sosial Budaya Bangsa Indonesia.

Kebudayaan diungkapkan sebagai cipta, rasa dan karsa  manusia (budi,

perasaan dan kehendak).

 

Sosio budaya sebagai salah satu aspek kehidupan nasional adalah faktor

dinamik masyarakat yang terbentuk oleh keseluruhan pola tingkah laku

lahir dan batin yang memungkinkan hubungan sosial diantara

anggotanya.

 

Masyarakat Indonesia, sejak awal terbentuknya dengan ciri kebudayaan

yang sangat beragam oleh pengaruh ruang hidup berupa kepulauan

dengan ciri alamiah tiap-tiap pulau yang berbeda-beda pula. Disamping

perbedaan ruang hidup,  masyarakat Indonesia dibedakan pula dengan

dasar Ras dan Etnik, yang memberikan perbedaan-perbedaan secara

khas kebudayaan tiap daerah dan  sekaligus menampakkan perbedaanperbedaan daya inderawi serta pola tingkah laku kehidupan baik dalam

hubungan vertikal maupun horisontal.

Dari ciri-ciri alamiah dapat dibedakan secara lahiriah :

Orang Jawa, orang Batak, orang Madura, orang Dayak, orang Aceh dan

sebagainya.

Dari ciri-ciri ruang hidup (asal-usul masyarakat) dapat dibedakan :

• Masyarakat nelayan dengan sifat pemberani, agresif, terbuka   dan

Masyarakat  agraris  dengan  sifat teratur (mengikuti ritme alam),

mementingkan keakraban, kurang terbuka.

• Masyarakat Desa dengan sifat religius, kekerabatan dan paguyuban

Masyarakat Kota dengan sifat materialistik, individual dan

patembayan.

 

Kebudayaan adalah warisan yang bersifat memaksa bagi masyarakat

yang bersangkutan. Artinya generasi suatu masyarakat lahir dengan serta

merta mewarisi norma-norma dari masyarakat sebelumnya.

Warisan budaya tersebut diterima secara emosional dan mengikat ke

dalan serta kuat, artinya ketersinggungan budaya (meskipun sepele)

dapat memicu antar golongan masyarakat.

Warisan budaya membentuk ikatan pada setiap individu atau masyarakat

dengan daerah asal sehingga dapat  membentuk sentimen-sentimen

kelompok, suku, daerah asal (Parochial), yang seringkali dapat dijadikan

sebagai perisai terhadap ketidakmampuan individu-individu atau

kelompok masyarakat dalam menghadapi tantangan lingkungan yang

dianggap mengancam eksistensi budayanya.

Berdasarkan ciri-ciri dan sifat-sifat kebudayaan serta kondisi dan

konstelasi geografi NKRI, tergambar jelas : betapa heterogen dan uniknya

masyarakat Indonesia.

Oleh karena itu, dalam prospektif  budaya tata kehidupan nasional yang

berhubungan dengan interaksi antar golongan masyarakat mengandung

potensi konflik yang sangat besar. Terlebih dengan  kesadaran nasional

masyarakat Indonesia yang relatif masih rendah sejalan dengan masih

terbatasnya jumlah masyarakat yang terdidik.

Dari tinjauan sosio budaya tersebut pada akhirnya dapat dipahami bahwa:

• Proses sosial dalam keseluruhan upaya menjaga persatuan nasional

sangat membutuhkan kesamaan persepsi atau kesatuan cara

pandang segenap masyarakat, tentang eksistensi budaya yang sangat

beragam namun mempunyai semangat untuk membina kehidupan

bersama yang harmonis. Sehingga…

• Wawasan nasional atau wawasan  kebangsaan indonesia diwarnai

dengan keinginan untuk menumbuhsuburkan :

¾ Faktor positif : seperti terwujudnya persatuan dan kesatuan

bangsa.

¾ Keinginan untuk mengurangi faktor negatif yang dapat

menimbulkan disintegrasi bangsa.

D. Latarbelakang Berdasarkan Aspek Kesejarahan.

Perjuangan suatu bangsa dalam meraih cita-citanya pada umumnya

tumbuh dan berkembang akibat latarbelakang sejarah, demikian pula

dengan sejarah Indonesia.

Sebelum ada wilayah Nusantara, ada 2 kerajaan besar yang landasannya

mewujudkan kesatuan wilayah (meskipun belum timbul rasa kebangsaan

namun sudah ada semangat bernegara). Dua kerajaan tersebut adalah :

Kerajaan Sriwijaya dan Kerajaan Majapahit.

Dalam  perjuangan  berikutnya, nuansa kebangsaan mulai muncul sejak

tahun 1900-an dengan konsep baru dan  modern. Wujud konsep baru

tersebut adalah lahirnya Proklamasi Kemerdekaan dan Proklamasi

Penegakan Negara Merdeka.

 

Posted in Uncategorized | Leave a comment

paham kekuasaan dan teori geopolitik

Teori – Teori kekuasaan

Wawasan nasional suatu bangsa di bentuk dan  di jiwai paham kekuasaan dan Geopolitik

yang dianutnya .

1.  Paham – paham Kekuasaan

a. Paham Machiavelli

Dalam bukunya tentang politik dengan judul : The Prince Machiavelli memberikan

pesan tentang cara membentuk kekuatan politik yang besar agar sebuah negara dapat

berdiri kokoh, di dalam terkandung beberapa kostulat dan cara pandang bagaimana

memelihara kekuasaan politik menurut Machiavelli , sebuah negara akan bertahan bila

menerapkan dalil-dalil :

• Pertama, dalam merebut dan mempertahankan kekuasaan segala cara di halalkan

• Kedua, untuk menjaga kekuasaan rezim , politik adu domba adalah sah.

• Ketiga, dalam dunia politik ,yang kuat pasti dapat bertahan dan menang.

b.  Paham Kaisar Napoleon Bonaparte ( abad XVIII )

Merupakan revilusioner dibidang cara pandang dan pengikut teori Machiavelli .

Napoleon berpendapat bahwa :

• Perang di masa depan akan merupakan perang total  yang mengerahkan segala

daya upaya dan kekuatan nasional

• Kekutan politik harus di dampingi kekutan logistik dan ekonomi nasional yang di

dukung sosbud berupa IPTEK sautu bangsa demi untuk membentuk kekutan

hamkam dalam mendukung dan menjajah negara negara Perancis .

O.K.I terjadi invasi militer besar-besaran oleh napoleon ke negara tetangga dan

akhirnya di rusia ( tetapi menjadi bumerang sehingga Napoleon dibuang di pulau

Elba )

c.   Paham Jenderal Clausewitz.

Bersama dengan era napoleon di rusia hidup jenderal Clausewitz ( diusir napoleon dari

negaranya hingga ke rusia ) .

Clau sewitz kahirnya bergabung dan menjadi  penasehat militer staf umum tentara

kekaisaran rusia .

Jenderal Clausewit menulis sebuah buku tentang perang yang Vom Kriege

Menurut Clausewit, perang adalah :

Kelanjutan politik dengan cara lain .

Peperangan adalah sah –sah saja dalam memcapai tujuan nasional suatu bangsa

pemikiran tersebut inilah yang membenarkan / menghalalkan Prusia ber ekspansi

sehingga  menimbulkan  Perang Dunia I dengan kekalahan dipihak Prusia (Kekaisaran

Jerman).

Pend. Kewarganegaraan  – ATA 07/08   Halaman 2 dari 5d.  Paham Fuerback dan Hegel .

Pada abad XV11 maraknya paham Perdagangan Bebas ( Merchantilism ) merupakan

nenek moyang Liberalisme .

Paham ini berpendapat bahwa :

• Ukuran keberhasilan ekonomi suatu negara adalah seberapa besar surplus

ekonominya terutama terukur dari emas,

Sehingga memicu nafsu konolialisme negara barat

dalam memcari emas ke tempat lain.

Inilah yang memotivasi columbus memcari daerah baru

yaitu Amerika yang di ikuti Magelhen berkeliling dunia.

e.  Paham Lenin ( Abad XIX )

Lenin telah memodifikasi ajaran Clausewitz, menurut Lenin, perang ialah : Kelanjutan

politik secara kekerasan .

Bahkan rekan Lenin yaitu ; Mao zhe dong lebih ekstrim lagi ,yaitu perang ialah ;

Kelanjutan politik dengan pertumpahan darah .

Sehingga bagi komunis / Leninisme

• Perang  bahkan pertumpahan darah atau revolusi di negara lain diseluruh dunia

adalah sah-sah saja ,yaitu dalam kerangka mengkonomiskan seluruh bangsa di

dunia.

O.K.I selama perang dingin USSR dan RRC berlomba – lomba mengeksport paham

komunis ke seluruh dunia.

f.   Paham Lucian W.Pye dan Sidney .

Dalam bukunya : political culture and Political Development, menjelaskan :

• Adanya peranan unsur-unsur subyektif dan psilogis dalam tatanan dinamikan

kehidupan politik suatu bangsa, sehingga kemantapan suatu sistem politik

dinamika hanya dapat dicapai bila berakar pada kebudayaan politik bangsa  . ybs

• Kebudayaan politik akan  menjadi pandangan baku dalam melihat kesejahteraan

sebagai politik, dengan demikian, maka  dalam memproyeksikan eksistensi

kebudayaan politik tidak semata-mata di tentukan kondisi-kondisi obyektiftapi juga

harus menghayati subyektif psikologis  sehingga dapat menempatkan kesadaran

dalam kepribadian bangsa.

2.  Teori  – Teori geopolitik

Geopolitik berasal dari kata geo atau bumi, sedangkan politik berarti  kekuatan yang

berdasarkan pada pertimbangan “dasar dalam menentukan alternatif kebijaksanaan dasar

nasional untuk mewujudkan tujuan nasional.

a.  Pandangan ajaran Frederich Ratzel

Pada abad ke 19, untuk pertama kalinya Frederich Ratzel merumuskan tentang ilmu

bumi politik sebagai hasil  penelitian secara ilmiah dan universal (tidak khusus suatu

negara).

Pokok – pokok ajaran Frederich Ratzel adalah :

• Dalam hal tertentu pertumbuhan negara dapat dianalogikan dengan pertumbuhan

organisme yang memerlukan ruang lingkup melalui proses :

• Lahir – Tumbuh – Berkembang – survive of life, menyusut dan mati.

• Negara identik dengan suatu ruang yang ditempati oleh kelompok politik dalam arti

kekuatan, makin luas potensi ruang tersebut, makin memungkinkan kelompok

politik itu tumbuh.

• Suatu bangsa dalam mempertahankan kelangsungan hidupnya tidak terlepas dari

hukum alam, hanya yang unggul yang dapat bertahan terus.

• Semakin tinggi budaya suatu bangsa, semakin besar ketumbuhan dukungan akan

sumber daya alam yang diperlukan.

Pend. Kewarganegaraan  – ATA 07/08   Halaman 3 dari 5Ilmu bumi politik Ratzel menimbulkan : 2 aliran yaitu

1. Kekuatan di darat   Ratzel melihat adanya  persaingan antara kedua

2. Kekuatan di laut   maka Ratzel mengemukakan pemikiran yang baru.

ª

Dengan meletakan dasar : supra struktur Geopolitik

Yang meliputi : kekuatan total atau menyeluruhsuatu bangsa harus mampu mewadahi

pertumbuhannya dihadapkan pada situasi dan kondisi lingkungan geografisnya.

Pemikiran Ratzel menyatakan, bahwa ada keterkaitan antara struktur politik (kekuatan

politik)  dengan geografi disatu pihak, dengan tuntutan perkembangan atau

pertumbuhan negara yang dianalogikan dengan organisme (kehidupan biologis) di

satu pihak.

b.  Pandangan ajaran Rudolf Kjellen.

Kjellen melanjutkan ajaran Ratzel (Teori Organisme), jika Ratzel negara “dianalogikan”

sebagai organisme maka Kjellen menyatakan negara adalah suatu organisme yang

dianggap sebagai “Prinsip dasar”

Pokok – pokok ajaran Rudolf Kjellen adalah :

• Negara sebagai satuan biologis, suatu organisme hidup yang juga mempunyai

intelektual.

• Tujuan negara dicapai  dengan ruangan yang luas untuk pengembangan secara

bebas kemampuan rakyatnya.

• Negara merupakan sistem politik atau pemerintahan yang meliputi bidang :

• Geopolitik, ekonomi politik, demo politik, sospol dan kratopol. (pol.pem)

• Negara tidak harus bergantung dengan sumber  pembekalan dari luar tapi harus

mampu berswasembada dan memanfaatkan kemajuan kebudayaan dan teknologi

untuk meningkatkan kekuatan nasionalnya.

– Kedalam, mencapai persatuan dan kesatuan yang harmonis

–  Keluar, memperoleh batas – batas negara yang lebih baik

c.   Pandangan ajaran karl.haushofer.

Pandangan ini berkembang di jerman,kekuasan Adolf Hitler (nasisme)

Jepang ,kekuasaan Hako Ichu (militerisme dan fasisme])

Pokok-pokok ajaran Haushofer (menganut ajaran Kjellen) adalah:

• Kekuasaan Imperium Daratan yang kompak akan dapat mengejar

Kekuasaan Imperium Maritim untuk menguasai pengawasan di laut

• Beberapa negara besar di dunia akan timbul dan akan menguasai:

Eropa,Afrika dan Asia Barat (Jerman dan Itali) serta Jepang di Asia Timur Raya.

• Geopolitik ialah doktrin negara yang menitik beratkan pada soal-soal strategi

perbatasan ,ruang,ruang hidu bangsa dan tekanan-tekanan kekuasaan dan sosial

yang rasial mengharuskan pembagian baru dari kekayaan alam di dunia .

(Geopolitik adalah landasan dari tindakan politik dalam perjuangan kelangsungan

hidup untuk memdapatkan ruang hidupnya).

d.  Pandangan Ajaran Sir Halford Mackinder.

Ahli Geopolitik ini menganut konsep kekuatan ,yaitu: kekuatan di Darat (wawasan

benua) ,ajarannya adalah:

• Barang siapa dapat menguasai daerah jantung yaitu:  Eurasia (Eropa dan Asia)

akan dapat menguasai pulau dunia yaitu Eropa,Asia,dan Afrika, barang siapa dapat

menguasai pulau di dunia akhirnya dapat mengusai dunia

e.  Pandangan Ajaran Sir Wartel Raleigh dan Alfred Thyer Mahan .

Kedua ahli ini mempunyai gagasan tentang kekuatan di lautan [wawasan Bahari]

• Barang siapa yang mengusai lautan  akan mengusai perdangan Mengusai

perdagangan berarti mengusai  kekayaan dunia ,sehingga akhirnya menguasai

Dunia

Pend. Kewarganegaraan  – ATA 07/08   Halaman 4 dari 5f.  Pandangan Ajaran W.Mitchel A.Saversky ,Giulio Douhet ,dan John Frederik Charles

Fuller

Keempat ahli mempunyai gagasan tentang kekuatan di udara (wawasan dirgantara)

• Kekuatan udara mempunyai daya tangkis terhadap ancaman yang dapat di

andalkan dan melumpuhkan kekuatan lawan dengan penghancuran di kandang

lawan itu sendiri agar tidak mampu bergerak menyerang.

g. Pandangan ajaran Nicholas J. Spykman

Ajarannya menghasilkan Teori  Daerah Batas (Rimland) yaitu Wawasan Kombinasi,

menggabungkan kekuatan Darat, Laut & Udara, sesuai dengan keperluan & kondisi

suatu negara.

Ajaran Wawasan Nasional Indonesi

Ajaran Wawasan Nasional Indonesia Wawasan Nasional Indonesia dibentuik & dijiwai oleh paham kekuasaan bangsa Indonesia & Geopolitik bangsa Indonesia. 1.  Paham Kekuasaan Bangsa Indonesia Bangsa Indonesia yang berfalsafah & berideologi Pancasila menganut paham : tentang perang dan damai berupa,  Bangsa Indonesia  cinta damai, akan tetapi lebih cinta kemerdekaan. Dengan demikian Wawasan Nasional bangsa Indonesia : ™ Tidak mengembangkan ajaran tentang kekuatan & adu kekuatan, (karena mengandung benih persengketaan & ekspansionisme), tetapi menyatakan bahwa : ) Idiologi digunakan sebagai landasan idiil dalam menentukan politik nasional yang dihadapkan pada kondisi & konstelasi geografis Indonesia dengan segala aspeknya, agar bangsa Indonesia dapat menjamin kepentingan bangsa & negara,ditengah – tengah perkembangan dunia. 2.  Paham Geopolitik Bangsa Indonesia Pemahaman tentang negara atau state, Indonesia menganut paham Negara Kepulauan yaitu paham yang dikembangkan dari Archipelego Concept (Asas Archipelego) yang memang berbeda dengan pemahaman Archipelego di negara-negara Barat pada umumnya. Perbedaan yang esensial dari pemahaman ini adalah : ™ Menurut Paham Barat peranana laut  sebagai pemisah pulau, sedang PahamIndonesia menyatakan laut  sebagai penghubung  sehingga wilayah negara sebagai satu kesatuan yang utuh sebagai Satu Tanah Air dan disebut Negara Kepulauan.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Implementasi Wawasan Nusantara dan Tantangannya

Implementasi Wawasan Nusantara

Implementasi atau penerapan wawasan nusantara harus tercermin pada pola pikir, pola sikap, dan pola tindak yangsenantiasa mendahulukan kepentingan bangsa dan negara daripada kepentingan pribadi atau kelompok. Dengan kata lain, wawasan nusantara menjadi pola yang mendasari cara berpikir, bersikap, dan bertindak dalam rangka menghadapi berbagai masalah menyangkut kehidupan bermayarakat, berbangsa dan bernegara. Implementasi wawasan nusantara senantiasa berorientasi pada kepentingan rakyat dan wilayah tanah air secara utuh dan menyeluruh .

TANTANGAN IMPLEMENTASI WAWASAN NUSANTARA

Tantangan itu antara lain adalah pemberdayaan rakyat yang optimal, dunia yang tanpa batas, era baru kapitalisme, dan kesadaran warga negara.

Aspek Politik

Satu kesatuan politik, dalam arti satu UUD dan politik pelaksanaannya serta satu ideologi dan identitas nasional.

Perwujudan kepulauan nusantara sebagai satu kesatuan politik, yang

meliputi:

a. Kebulatan wilayah dengan segala isinya merupakan modal dan milik

bersama bangsa Indonesia

b. Keanekaragaman suku, budaya, dan bahasa daerah, serta agama yang

dianutnya tetap dalam kesatuan bangsa Indonesia

c. Secara psikologis, bangsa Indonesia merasa satu persaudaraan, senasib

dan seperjuangan, sebangsa dan setanah air dalam mencapai cita-cita

bangsa.

d. Pancasila merupakan dasar falsafah dan ideology yang dapat

mempersatukan bangsa Indonesia menuju tercapainya suatu cita-cita

nasional.

Aspek Ekonomi

Satu kesatuan ekonomi dengan berdasarkan atas asas usaha bersama dan asas kekeluargaan dalam satu sistem ekonomi kerakyatan.

Perwujkudan kepulauan nusantara sebagai satu kesatuan ekonomi yang

meliputi;

a. Kekayaan di wilayah nusantara secara potensial dan efektif menjadi

modal dan milik bersama bangsa Indonesia untuk memenuhi kebutuhan

pembangunan bangsa secara merata.

b. Tingkat perkembangan ekonomi harus seimbang dan serasi diseluruh

daerah dalam wilayah Indonesia.

c. Kehidupan perekonomian di seluruh wilayah nusantara diselenggarakan sebagai usaha bersama dengan asas kekeluargaan dalam system ekonomi kerakyatan untuk sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat.

Aspek Ideologi

Secara ideologis-konstitusional, bangsa Indonesia berdasarkan pada nilainilai Pancasila dan UUD 1945, yang secara subtantif (isinya), dapat memberi arah pandang kemajemukan bangsa Indonesia pada prinsip persatuan dan kesatuan bangsa.

Aspek Pertahanan Keamanan

Wawasan Nasional bangsa Indonesia adalah Wawasan Nusantara yang merupakan pedoman bagi proses pembangunan nasional menuju tujuan nasional. Sedangkan ketahanan nasional merupakan kondisi yang harus diwujudkan agar proses pencapaian tujuan nasional tersebut dapat berjalan dengan sukses. Oleh karena itu diperlukan suatu konsepsi Ketahanan Nasional yang sesuai dengan karakteristik bangsa Indonesia. Dan dapat dikatakan bahwa Wawasan Nusantara dan ketahanan nasional merupakan dua konsepsi dasar yang saling mendukung sebagai pedoman bagi penyelenggaraan kehidupan barbangsa dan bernegara agar tetap jaya dan berkembang seterusnya.

Aspeksosial dan budaya
Untuk mempercepat tercapainya tujuan wawasan Nusantara, disamping implementasi seperti yang telah disebutkan diatas, perlu juga dilakukan pemasyarakatan materi Wawasan Nusantara kepada seluruh masyarakat Indonesia. Pemasyarakatan Wawasan Nusantara tersebut dapat dilakukan dengan cara berikut
1. Menurut sifat atau cara penyampaian, yang dapat dilaksanakan sebagai berikut:
a. Langsung yang terdiri dari ceramah, diskusi, dialog, tatap muka
b. Tidak langsung, yang terdiri dari media elektronik dan media cetak

2. Menurut metode penyampaian yang berupa :
a. Keteladanan. Melalui metode penularan keteladanan dalam sikap perilaku kehidupan sehari-hari kepada lingkungannya serutama dengan memberikan contoh-contoh berpikir, bersikap dan bertindak mementingkan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau golongan sehingga timbul semangat kebangsaan yang selalu cinta tanah air.
b. Edukasi, yakni melalui metode pendekatan formal dan informal. Pendidikan formal ini dimulai dari tingkat taman kanak-kanak sampai perguruan tinggi, pendidikan karier di semua strata dan bidang profesi, penataran, kursus dan sebagainya. Sedangkan pendidikan non-formal dapat dilaksanakan di lingkungan keluarga, pemukiman, pekerjaan, dan organisasi kemasyarakatan.
c. Komunikasi. Tujuan yang ingin dicapai dari sosialisasi wawasan nusantara melalui metode komunikasi adalah tercapainya hubungan komunikatif secara baik yang akan mampu menciptakn iklim saling menghargai, menghormati, mawas diri, dan tenggang rasa sehingga terciptanya kesatuan bahasa dan tujuan tentang wawasan nusantara.
d. Integrasi.tujuan yang ingin dicapai dari pemasyarakatan/sosialisasi wawasan nusantara melalui metode ini adalah terjalinnya pemahaman tentang wawasan nusantara akan membatasi sumber konflik di dalam tubuh bangsa Indonesia baik pada saat ini maupun di masa mendatang dan akan memantapkan kesadaran untuk mengutamakan kepentingan nasional dan cita-cita tujuan nasional.
Dalam melaksanakan pemasyarakatan, lingkup materi wawasan nusantara yang disampaikan hendaknya disesuaikan dengan tingkat, jenis, serta lingkungan pendidikan agar materi yang disampaikan tersebut dapat mengerti dan dipahami.

Sumber : http://ogiezone.blogspot.com/2009/04/implementasi-dan-tantangan-wawasan.html

 

 

Posted in Uncategorized | Leave a comment